Home » » Islam bertentangan dengan Pancasila?

Islam bertentangan dengan Pancasila?

Written By Radio HizFm on Kamis, 26 Januari 2017 | Kamis, Januari 26, 2017




PADA 10 Januari 2017 Megawati Soekarno Putri memberikan sebuah pidato dalam rangka HUT PDIP di Jakarta Convention Center. Pidato Megawati menuai banyak respon dan komentar. Salah satu respon populer adalah yang menyorot kutipan Megawati atas Soekarno, “Kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi  Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini.”
Kutipan ini dipandang bermasalah karena dianggap meremehkan peran Arab dan keturunan Arab dalam sejarah Indonesia. Akan tetapi, sejatinya masalah dalam pidato Megawati bukan hanya komentarnya terhadap Arab, bila ditelaah mendalam bahkan dapat tercium aroma mitos dari pidato Mega yang cenderung dipaksakan menjadi realitas terkait persoalan kebhinekaan hingga Pancasila.
Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fahmi Salim Zubair, MA mengkritisi pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat perayaan HUT partai berlambang banteng yang ke-44 tersebut, beberapa waktu lalu. Menurutnya, sebagai mantan presiden RI ke-5 dan cucu konsul Muhammadiyah Bengkulu pidatonya yang mempertentangkan Islam dan Pancasila, sangatlah gegabah, ahistoris, dan berbahaya bagi masa depan NKRI. Karena belum pernah ada presiden ataupun mantan presiden RI yang berani menyatakan pertentangan itu yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia. Demikian ujar Fahmi dalam pengajian akbar di PD Muhammdiyah Tegal, Ahad (15/01/2017) lalu.
Ahistoris, terangnya, karena gagal fokus membaca perkembangan evolusi konsep Pancasila mulai 1 Juni, 22 Juni, 18 Augustus 1945 hingga dekrit presiden 5 Juli 1959. Sedangkan berbahaya bagi masa depan NKRI, sambungnya, karena dalam kondisi normal saja umat Islam menerima Pancasila masih ada beberapa elemen umat yang tidak puas dan kecewa dengan dihapusnya 7 kata dari piagam Jakarta. Apatah lagi dengan mempertentangkan Islam dengan Pancasila pasti akan menyebabkan eskalasi radikalisasi umat Islam sehingga kontra produktif bagi pembangunan dan persatuan bangsa.
Alumni Al Azhar Mesir ini mengungkapkan, salah satu bagian pidato Megawati juga dinilai menyebarkan ujaran kebencian, dengan menyindir Islam sebagai ideologi tertutup dan ulama pemuka agama memerankan diri sebagai peramal masa depan.
Karena pidatonya itu, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dilaporkan LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Selasa, 24 Januari 2017. Pidato Megawati dalam acara peringatan ulang tahun pada 10 Januari 2017 itu, dituding menodai agama. Baharuzaman dari LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama melaporkan Megawati ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penodaan agama.
Dalam laporannya, LSM itu menyebutkan, kata-kata Megawati yang diduga menodai agama adalah "Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup memosisikan diri mereka sebagai pembawa 'self fulfilling prophecy', para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya."
Sampaikan opini dan pendapat Anda dalam Assalamu’alaikum Indonesia pagi ini…

0 komentar:

Posting Komentar

LIVE YOUTUBE HIZFM

Total Tayangan Halaman